Jumat, 03 Juli 2009

AKU

Kadang manusia tidak berpikir dan tidak menggunakan akal sehatnya, untuk apa hidup ini dan kenapa manusia diciptakan. Adakalanya kita tak terasa hanya kepuasan materilah yang ingin diraih. Dan kadang tak terasa kita monomer satu-kan diri kita sendiri. Hanya kata “AKU”-lah yang dapat mengalahkan semuanya. Kalau kata “AKU” sudah muncul maka kemampuan emosilah yang akan mengiringi-nya. Kebencian dan kemampuan itulah yang menjadi landasan hidup untuk melihat kesalahan serta kekurangan orang lain.
Kehebatan dan keperkasaan seseorang tidak diukur dari pengakuan atau perasaan diri tentang “AKU”. Kehebatan seseorang hanyalah dilihat dari kemampuan untuk melihat yang lebih hebat dari kita.dan kadang kita tidak mampu melihat orang lain atau kelebihan orang. Hanya kekurangan-lah yang menjadi nomor satu untuk melihat orang lain. Walaupun kita berdo’a siang malam untuk memohon “Semoga kita dihindarkan dari hal-hal yang demikian”, tetapi kalau tidak dibiasakan sedari sekarang hal-hal yang demikian itu masih saja sering muncul dan kadang hanya suatu pujian-lah yang dapat memuaskan semuanya.
Dalam suatu riwayat Rosulullah sendiri benci bahkan tidak menyukai suatu pujian. Hal ini dikarenakan kita tak terasa dapat masuk ke jurang kesombongan. Walaupun julukan atau orang sering menyebut kata sombong, dan orang menjauhkan kata itu. Tapi kadang kita tak terasa sudah berbuat hal itu. Wallahu A’lam bii Shawab.

Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan SOMBONG, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. (QS. 17:37)

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah Timur dan Barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah, Hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang SABAR dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa. (QS. 2:177)

Allah bersama orang-orang yang sabar dan berserah diri pada-Nya

Ya Alllah ampunilah hamba-Mu ini yang setiap detik, setiap waktu tak terasa tlah berbuat dosa. Ridloilah setiap langkah-langkahku

By : Fatma As

0 komentar: