Jumat, 03 Juli 2009

Hidup sejuk dalam ramadhan --- di masjid hatiku terkait--

“Seolah ibadah terhenti setelah ramadhan” itulah satu kalimat yang menggambarkan betapa gairah ibadah dalam bulan ramadhan adalah satu gambaran ideal kehidupan. Didalamnya ada kepasrahan, kejujuran, keikhlasan dan kepedulian sesama. Ramadhan adalah gambaran fitrah kehidupan manusia, dan ritual ramadhan adalah simbol penuh makna dengan sejuta hikmah.

Dan bulan itu datang lagi kepada kita...

Adalah suatu pengharapan yang wajar manakala kita menginginkan ramadhhan selalu ada dimana-mana dan ramadhan bisa datang kapan saja. Menginginkan ramadhan adalah hari-hari kita selanjutnya. Biarkan ramadhan selalu ada dalam rajab, dzulhijjah, sya’ban, dan ramadhan juga melingkupi april, mei,, juni, juli, agustus,.....

Keinginan itu adalah keinginan fitrah manusia yang selalu mendambakan kesejukan. Seperti ketika para sahabat nabi menangis menjelang ramadhan berakhir. Mereka berharap hikmah ramadhan juga turun pada bulan-bulan selain ramadhan.

Ramadhan adalah “upacara masal” yang didalamnya masing-masing manusia diajak untuk menelusuri relung-relung jiwanya yang paling dalam. Diajak untuk mengerti dan berintrospeksi terhadap laku diri dan laku sosialnya.

Adalah juga ramadhan yang secara sadar mengantarkan manusia pada suatu mobilitasi massa untuk bersama-sama merenungi hakikat kemanusiaan dan kebersamaan. Ramadhan mengajak kita untuk tidak egois dan mementingkan diri sendir sementara saudara kita yang lain patut untuk diperhatikan.

Aspek keberhasilan dari kehidupan sosial yang baik adalah cermin dari keberhasilan ramadhan, atau dengan kata lain keberhasilan dari ibadah ramadhan bisa diukur dari kepedulian kita terhadap sesama.

Mendambakan ramadhan yang sejuk dan berkepedulian dalam setiap aspek kehidupan adalah mustahil tanpa tahu makna dari simbolisasi ramadhan. Bahkan bisa jadi ramadhan malah akan ‘menjebak’ manusia. Tidak mustahil manusia hanya akan mendapatkan lapar dan dahaga belaka.
Semoga kita dihindarkan dari hal tersebut. Dan semoga kita menjumpai ramadhan dalam sebelas bulan yang lain.

0 komentar: